Sabtu, 19 Oktober 2013

Ketrampilan Menulis dan Menyusun Laporan


Pimpinan akan senang jika laporan yang kita buat tepat dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Ketrampilan menulis laporan memang tidak bisa datang dengan sendirinya. Laporan ditulis karena beberapa hal, bukan karena iseng atau sekedar perintah dari atasan.
Laporan dibuat karena membuat penelitian tentang suatu hal,kesimpulan dari penyelesaian masalah, perumusan masalah, perancangan sistem baru, perencanaan aturan baru dalam perusahaan dan untuk mengetahui kemampuan perusahaan.
Laporan pada intinya memang digunakan untuk memberikan informasi kepada seseorang atau banyak orang berupa tulisan yang konkrit dan jelas. Ketrampilan menulis laporan diperlukan untuk menghasilkan laporan yang tepat.
Seorang akuntan, sekretaris maupun karyawan lainnya sangat penting bagi karena untuk membuat laporan yang benar. Sebagai alat komunikasi yang efektif maka laporan yang ditulis harus sesuai dengan prosedur yang benar.

Beberapa poin penting untuk meningkatkan ketrampilan menulis laporan:
• Ketahui jenis laporan yang akan dibuat
Penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dulu jenis laporan yang akan kita buat. Laporan dapat dibedakan menurut isi maupun bentuknya. Kebanyakan laporan yang dibuat di kantor atau perusahaan adalah laporan keuangan dan laporan pertanggung jawaban bawahan kepada atasan. Nah, jangan sampai kita salah menulis laporan tersebut karena laporan yang kita buat mencerminkan kecakapan kita dalam bekerja.

• Akurat
Jika kita menulis laporan yang palsu terutama laporan keuangan, jangan harap kita akan dipromosikan jabatan tapi justru kita yang akan mendapatkan masalah. Buatlah laporan yang akurat dan benar-benar menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Laporan keuangan menggambarkan keadaan keuangan perusahaan yang sebenarnya dengan bukti yang ada. Demikian juga dengan laporan lainnya seperti laporan ilmiah dan penelitian suatu kasus.

• Lengkap
Ketrampilan menulis laporan berikutnya adalah kelengkapan kita memberikan informasi pada pembaca. Semakin lengkap laporan yang kita buat maka semakin baik pula laporan kita dimata pembaca. Kitabisa mengambil referensi atau bukti nyata dari beberapa sumber untuk melengkapi data yang akan dibuat laporan.

• Sistematis
Ketika membuat laporan, susunlah laporan tersebut secara sistematis atau berurutan sehingga pembaca akan mudah memahami isi laporan kita.

• Profesional
Ketrampilan menulis laporan lainnya adalah profesional, kita harus memiliki jiwa profesional agar kita bisa mendapatkan laporan yang terbaik. Jangan melibatkan atau memasukkan urusan pribadi kita pada laporan tersebut. Laporkan apa yang diperlukan atasan dengan data yang tepat.

• Laporan disampaikan tepat waktu
Saat kita melaporkan laporan tepat waktu, tentu kita akan mendapatkan sambutan baik dari atasan. Nah, buatlah laporan tepat waktu sehingga akan memudahkan pengambilan keputusan dari pelaporan kita.


Referensi :
-See more at: http://ahlipresentasi.com/ketrampilan-menulis-dan-menyusun-laporan/#more-539

Metode Analisa Kredit Bank atau Lembaga Keuangan


Disebut sebagai analisa kredit karena proses tersebut dilakukan dengan pendekatan-pendekatan rasio keuangan yang memang bertujuan untuk menganalisis permohonan kredit.
Tahap analisa yang merupakan proses penting yang harus dilakukan karena hal ini merupakan cara penilaian untuk menunjukkan bahwa penerima kredit adalah orang-orang yang tepat dan pastinya bertanggung jawab. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pada dilakukannya analisa yaitu untuk pengendalian kredit yang lancar.
Pengendalian kredit yang lancar adalah pengembalian dana kredit yang tidak mengalami kendala atau tetap sesuai dengan perjanjian awal yang telah disepakati antara pihak penyedia kredit dan penerima dana kredit. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap lembaga keuangan yang menyediakan dana kredit demi eksistensi lembaga itu sendiri. Salah satu cara yang dilakukan untuk pengendalian kredit tersebut adalah melalui analisa. Bagaimanapun juga bunga dari angsuran kredit merupakan pemberi kontribusi atau income yang cukup besar.
Tujuan dari analisa kredit merupakan upaya untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah nantinya benar-benar mampu memenuhi kewajibannya secara tertib kepada pihak bank atau lembaga keuangan lainnya.
Kewajiban yang harus dipenuhi dalam kewajiban yang dimaksud adalah pokok pinjaman beserta bunganya yang harus dibayarkan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak. Langkah ini juga merupakan antisipasi yang harus dilakukan oleh pihak bank untuk menghindari adanya kemacetan angsuran.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak bank dalam menyelesaikan kredit-kredit dari nasabah, diantaranya adalah :



  •  character (kepribadian nasabah),
  •  capacity (kemampuan nasabah),
  • capital (dana yang dimiliki nasabah),
  •  condition of economy (keadaan baik secara sosial atau ekonomi),
  •  collateral(barang sebagai agunan), dan
  • constraint (hambatan dalam bisnis yang dilakukan nasabah).
Keenam faktor tersebut merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak bank kedalam analisa kredit karena akan mendukung kelancaran dalam melakukan ansuran kepada pihak bank. Jika hal tersebut belum terpenuhi, maka dikhawatirkan akan terjadi pengingkaran kesepakatan yang mungkin dilakukan oleh pihak yang mengajukan dana kredit.
Pendekatan efektif yang bisa dilakukan dalam analisa kredit. Analisa itu sendiri dilakukan untuk memantau berbagai hal yang terkaitan dengan kemampuan nasabah untuk memenuhi kewajibannya setiap bulan nanti ketika kredit dikabulkan. Dalam mensukseskan tahap analisa ini, ada metode yang bisa dilakukan oleh mereka yang bertugas sebagai analisis.


Beberapa metode yang dimaksud diantaranya adalah :
  1. Melakukan pendekatan secara karakter kepada nasabah yang mengajukan kreditDalam hal ini anda bisa mencoba untuk melakukan pengamatan mengenai iktikat baik dan juga kepribadian yang ditunjukkan oleh mereka yang mengajukan kredit. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah image baik dari pemohon dana baik itu image dilingkungan kantor atau mungkin dilingkungan tempat dia tinggal.
  2. Cobalah untuk melakukan pendekatan dengan meganalisa barang jaminan. Ketika meminjam salah satu jaminan maka barang jaminan merupakan barang yang akan menjamin proses pembayaran angsuran sampai selesai. Hal yang perlu diperhatikan adalah barang jaminan yang diberikan seharusnya mampu mengcover jumlah dana kredit yang telah dipinjamkan oleh pihak bank.
  3. Lakukan pengamatan pada kelayakan usaha yang dilakukan oleh pemohon kredit. Kelayakan usaha di sini adalah tingkat keberhasilan bisnis yang dijalani. Untuk mengetahuinya anda bisa langsung melakukan survei dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar yang dilakukan untuk bisnis.
  4.  Lakukanlah pendekatan mengenai kemampuan membayar. Pendekatan ini adalah tahap analisa kredit untuk memastikan bahwa sumber dana angsuran sudah jelas, sehingga proses angsuran tidak akan ada hambatan.


Referensi :


See more at: http://ahlipresentasi.com/metode-analisa-kredit-bank-atau-lembaga-keuangan/#sthash.xaV5otYn.dpuf

Analisis Permohonan Kredit - dasar penilaian Bank

Analisis kredit merupakan suatu proses analisis kredit dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan rasio-rasio keuangan untuk menentukan kebutuhan kredit yang wajar. tujuan analisis kredit  untuk melihat / menilai suatu usaha  atas dasar kelayakan usaha, menilai risiko usaha dan bagaimana mengelolanya, dan memberikan kredit atas dasar kelayakan usaha.
Pada dasarnya analisis kredit digunakan untuk meneliti atau menilai pemohon kredit secara mendalam tentang keadaan usaha atau proyek pemohon kredit agar pelaksanaan kredit yang akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak menimbulkan kredit macet.
Ada 5 aspek yang harus dianalisis dalam menganalisis kredit, antara lain :
1. Aspek Manajemen
2. Aspek Pemasaran
3. Aspek Teknis
4. Aspek Keuangan
5. Aspek Legalitas dan Agunan

Analisis permohonan kredit terkait dengan calon debitur, langkah yang dilakukan bank sampai dengan menganalisis permohonan kredit.
1. Permohonan Kredit
Tahap pertama dalam pemberian kredit adalah pengajuan permohonan kredit oleh calon debitur.Permohonan ini bisa diajukan secara tertulis tetapi dalam prakteknya lebih banyak dilakukan secara lisan.

2. Pengumpulan data dan pengamatan jaminan.
Apabila permohonan kredit dinilai layak, maka pihak bank akan melakukan pengumpulan data lapangan baik menyangkut data pribadi maupun reputasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan
bisnis calon debitur.

3. Analisis kredit
Tahap yang paling menentukan dalam analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit adalah. penentuan layak atau tidak permohonan kredit calon debitur. Disini pihak bank dituntut obyektif dan konsisten atas hasil analisis dengan berpegang pada prinsip-prinsip kelayakan kredit.

Prinsip analisis kredit dalam dunia perbankan dikenal dengan konsep 5C, yaitu:
1. Character (Watak)
Karakter pemohon kredit dapat diperoleh dengan cara mengumpulkan informasi dari referensi nasabah dan bank-bank lain tentang perilaku, kejujuran, pergaulan, dan ketaatannya memenuhi pembayarantransaksi. Karakter yang baik jika ada keinginan untuk membayar kewajibannya.

2. Capacity (Kemampuan)
Kemampuan calon debitur perlu dianalisis apakah ia mampu memimpin perusahaan dengan baik dan benar. Kalau ia mampu meminpin perusahaan, ia akan dapat membayar pinjaman sesuai
dengan perjanjian dan perusahaannya tetap berdiri.

3. Capital (Modal)
Modal dari calon debitur harus dianalisis mengenai besar dan struktur modalnya yang terlihat dari neraca lajur perusahaan calon debitur.

4. Condition (Kondisi)
Analisis terhadap aspek ini meliputi analisis terhadap variabel makro yang melingkupi perusahaan baik variabel regiona1, nasional maupun internasional. Variabel yang diperhatikan terutama adalah variabel ekonomi.

5. Collateral (Jaminan)
Penilaian ini meliputi penilaian terhadap jaminan yang diberikan sebagai pengaman kredit yang diberikan bank. Penilaian tersebut meliputi kecenderungan nilai jaminan dimasa depan dan tingkat kemudahan mengkonversikannya menjadi uang tunai (Marketability).

Selain konsep atau prinsip 5C tersebut diatas, dalam prakteknya bank juga seringkali menerapkan dasar penilaian lain yang sering disebut dengan prinsip 5P yaitu :
1. Personality
Bank mencari data tentang kepribadian calon debitur seperti riwayat hidupnya, hobi, keadaan keluarga, sosial standing, serta hal-hal lain yang erat hubungannya dengan kepribadian sipeminjam.
2. Purpose
Bank mencari data tentang tujuan atau keperluan penggunaan kredit.
3. Prospect
Bank mencari data tentang harapan masa depan dari bidang usaha atau kegiatan usaha si peminjam.
4. Payment
Bank mencari data tentang bagaimana perkiraan pembayaran kembali pinjaman yang akan diberikan.
5. Party
Party (golongan) dari calon-calon peminjam bank perlu menggolongkan calon debiturnya menjadi beberapa golongan menurut caracter, capacity dan capital. Penggolongan ini akan memberi arah analisis bank bagaimana ia harus bersikap.

Selain konsep atau prinsip 5C dan 5P bank juga menerapkan dasar penilaian lain yang sering disebut dengan prinsip 3R yaitu :
1. Return
Yaitu penilaian atas hasil yang akan dicapai oleh perusahaan calon peminjam setelah mendapatkan kredit, apakah hasil tersebut cukup untuk menutup hasil pinjaman serta sekaligus
memungkinkan pula usahanya untuk berkembang terus.
2. Repayment
Sebagai kelanjutan dari return diatas, yang kemudian diperhitungkan kemampuan, jadwal serta jangka waktu pengembalian kembali kredit.
3. Risk Bearing Activity
Yaitu sejauh mana ketahanan suatu perusahaan calon peminjam untuk menanggung resiko kegagalan andaikata terjadi suatu hal dikemudian hari yang tidak diinginkan.

Kebijakan umum persyaratan suatu permohonan kredit adalah sebagai berikut:
1.      Surat permohonan fasilitas kredit.
2.       Legalitas usaha.
3.      NPWP dan Laporan Keuangan.
4.      Hubungan dengan bank.
5.      Pengalaman usaha.
6.      Batas maksimum kredit bagi badan usaha.
7.      Persyaratan penempatan staf BNI atau pihak ketiga lainnya.
8.      Fasilitas Forex Line.
9.       Persyaratan Take Over debitur dari bank lain.
10.   Referensi agungan untuk kredit yang ditake over dari bank lain Skim pemberian fasilitas kredit dengan agunan deposito berjangka oleh divisi korporasi atau UMN / SKM.